Wednesday, October 25, 2017

Pelajaran dari 5 Roti dan 2 Ikan

Sate, 25 Oct 2017

Yohanes 6
5. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6. Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
7. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
8. Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
9. "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

Saya mencari tahu, 200 dinar itu sebenarnya berapa sih. Katanya sih 1 dinar itu adalah upah buruh dalam 1 hari. Yah bisa dikatakan 100,000 lah ya sehari (karena UMR kan sudah 3,1 sekarang). 200 x 100,000 itu sekitar 20juta. Bukan sejumlah uang yang kecil juga lho, meskipun mungkin kalo buat kasih makan roti untuk baru 5,000 orang laki-laki aja tidak cukup. Tapi menurut saya, it’s quite a big money. 

Filipus merasa 200 dinar tidak cukup, Andreas pun juga merasa, 5 roti dan 2 ikan pun tidak cukup. Apalagiii 5 roti dan 2 ikan, 200 dinar aja belum tentu cukup. 

Saya belajar 1 hal disini, bahwa no matter small atau seberapa kecil pun apa yang kita punya, di hadapan Yesus, it’s enough, it’s already quite a big thing. 

Di penghujung akhir tahun ini saya suka looked back terhadap apa yang sudah saya lakukan. Biasanya gak perlu akhir tahun, at the end of the day aja saya suka menghitung gimana saya habiskan waktu saya, apa produktif atau enggak. Kadang saya kecewa karena saya melakukan hal-hal yang kecil, yang menurut saya negligible/ tidak berarti. Tapi dihadapan Tuhan, even the smallest thing that you do, counts. Apapun yang kita lakukan meskipun hal itu begitu kecil, tetap berarti. Di hadapan Tuhan, 5 roti dan 2 ikan bisa memberi makan 5000 orang laki-laki (blm perempuannya), terus masih sisa lagi. Busettt dehh. 

Tapi pertanyaannya balik lagi, apa saya mau bawa semuanya (sekecil apapun itu) yang saya punya ke hadapan Tuhan? Tuhan bisa make it big. Bisa aja anak kecil yang punya 5 roti dan 2 ikan itu tidak mau memberi semua yang ada padanya ke Yesus. But the story will be different. Kadang kita seperti Filipus dan Andreas, yg adalah murid Yesus, tapi tidak punya iman. Padahal posisinya saat itu ada Tuhan Yesus. Tapi saya belajar dari anak kecil itu yang mau memberi apa yang dia punya seluruhnya kepada Tuhan. Percaya bahwa apa yang saya berikan tidak akan sia-sia, malah mungkin hasilnya tidak kebayang deh. Apakah mungkin terlintas di kepala anak kecil itu bahwa 5 roti dan 2 ikan itu bisa memberi makan begitu banyak orang? Menurut saya tidak. Tetapi saat saya tahu, kemana saya bawa apa yg saya punya itu, yaitu kepada Allah yang hidup, yang besar dan berkuasa, semua itu tidak akan sia-sia. 

Saya belajar untuk tidak menyepelekan hal kecil yang saya punya. Apa yang bisa saya lakukan (meskipun itu hanya hal kecil), saya harus tetap lakukan. Mujizat Tuhan bisa terjadi kapan aja. Kita tidak tahu, tapi pasti suatu hari kita pasti akan menuai hasil dari setiap hal kecil yang kita lakukan.


Have a great day :)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here