Friday, September 23, 2016

The Power of Prayer

Lama banget tidak nulis blog. Rasanya kangen banget tapi kadang kesibukan waktu bikin aku gak konsisten nulis. Huff. Lagi lagi tentang waktu. Still struggling about time management.

Aku mau share tentang hal-hal yang saat-saat ini sedang terjadi. Aku merasa setiap hal yg baik, yang aku terima dari Tuhan harus aku bagikan.

Aku bukan orang yang mudah membuat keputusan. Orang yang sangat labil dalam membuat keputusan. Dan aku sangat benci berada di dalam keadaan dimana aku tidak bisa ambil keputusan. Rasanya tidak bisa ngapa-ngapain.

Jadi seringkali di dalam hidupku, kalo aku perlu untuk membuat pilihan atau dihadapkan pada berbagai pilihan, aku pasti doa, Tuhan mudahkanlah saya dalam memilih, krn Engkau tahu Tuhan, saya gak bisa memilih. Jadi biar Tuhan aja yang pilihin buat saya. Saya percaya pasti pilihan Tuhan yg terbaiklah.

Aku pernah doa, beberapa kali untuk pekerjaan baru yang saya lagi apply. Tuhan, keliatannya kerjaannya bagus, tapi kok aku kayaknya ga suka lokasinya deh. Tuhan, aku pengen kerja di sini, Tuhan, kalo ini memang jalannya Engkau, bukakanlah jalan yg selebar-lebarnya. Kadang ada yang pekerjaannya aku juga sebenernya kurang sreg, tapi karena kebelet mau resign, gapapa deh coba interview disana. Alhasil? Gak ada yg keterima dong. It seems Tuhan punya rencana yg lebih baik buat gw ya. Dan bener sih. Tempat kerja yang saat ini gw ga suka, tapi lebih kondusif buat jadwal-jadwalku. Kondusif buat bs ibadah kecil setiap hari Rabu, kondusif buat bisa kerjain hal-hal yang lain diluar main job yg aku lakukan. Ya aku merasa, no matter what, God knows what is the best for me.

Akhir-akhir ini aku juga dihadapkan pada 3 pilihan juga. Jadi aku doa aja. Wah Tuhan, kayaknya 3-3nya ini bagus ya. Aku gak tahu mau pilih yang mana. Tapi aku tahu aku cuma bisa pilih 1. Tapi yang mana? Aku bilang sama Tuhan, Tuhan mudahkanlah saya dalam memilih. Bantu sy Tuhan, Kamu tahu saya bukan orang yang gampang dalam memilih. Tapi, kalo emang ada hal-hal yang dari antara pilihan itu yang tidak bagus, tutup aja jalannya Tuhan, spy saya enggak yang ngotot mau yg itu. Tutuplah jalan yang emang enggak seharusnya aku pilih dan bukalah jalan selebar-lebarnya untuk hal yang emang Tuhan mau kasih buat aku.

Dan within days, dari 3 pilihan itu semakin jelas jalan mana yang terbuka dan jalan mana yang tertutup. Aku mulai bisa melihat kelemahan-kelemahan dari 2 pilihan yang lain. Awalnya saya mengira ketiga pilihan itu perfect, sesuai dengan apa yang aku harapkan. Tapi akhirnya Tuhan mulai menunjukkan bahwa 2 pilihan itu tidak sebagus yang kamu kira, Helen. Dan it seems Tuhan buka 1 jalan, 1 jalan yang tidak sempurna itu menjadi semakin ada harapan. Saya sadar pilihan yg satu ini juga bukan sebuah jalan yang sempurna, tapi Tuhan tunjukkan kelebihan kelebihan dari jalan ini. Aku merasa jalan ini lebih benar dan yang kalo aku jalani, tidak membuat aku malah makin jauh dari Tuhan.

Aku cuma mau share bahwa kuasa doa itu luar biasa. Aku bukan seorang pendoa yang luar biasa, bahkan sering aku melihat doa ialah hal yang biasa aja. Doa seperti satu jalan yang pantas dicoba ketika semua pilihan habis. Tapi aku melihat bahwa ketika kita berdoa, Tuhan mendengar dan Tuhan dapat bekerja lebih dari apa yang kita bayangkan.

Aku suka sekali quotes ini. 


When man works, man works. But when man prays, God works. And it's true. Totally true.

Aku lagi bener-bener menggalakkan doa saya. Bener-bener dibuat konsisten, dalam, dan berbobot. Aku mau lihat Tuhan bekerja lebih banyak lagi dalam hidupku. Mau lihat miracles yang lebih keren lagi.

Ayat ini membantu saya untuk mengingat betapa luar biasanya doa itu.

Yakobus 5:17-18 (TB)
17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

Ketika aku baca ini, aku cuma bisa bilang, "Wow, amazing." Hujan dan kemarau pun bisa diciptakan via doa. Dan disini juga ditekankan kalo Elia itu manusia biasa, sama seperti kita. Kalo dia bisa, kita juga pasti bisa.

Let's pray together and let us see how God works extraordinarily in our life. Amin.


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here