Saturday, December 27, 2014

Sharing Natal 24 Dec 2014 (3)

Sejujurnya saya lumayan malas untuk melanjutkan part 3 dari sharing Natal itu, karena mood saya sekarang udah lain lagi. Lagi kesel banget sih sebenernya. Tapi ya sudahlah... Bukankah kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai?

Buat yang baru baca dari lembar ini, boleh baca dulu part 1 nya di sini dan part 2 nya di sini

Baiklah, tokoh lain yang bisa kita pelajari dari kisah Natal ini adalah:
1. Simeon
Setiap anak sulung Israel harus diserahkan kepada Tuhan. Maka kedua orang tuanya membawa Yesus ke Yerusalem. Ketika dibawa ke Yerusalem, ada seseorang yg namanya Simeon. Dikatakan ia tidak akan mati sebelum melihat Yesus. 

(21) Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
(22) Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
(23) seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
(24) dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
(25) Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
(26) dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

Pada saat itu, orang Israel sangat menantikan pembebasan karena mereka keadaannya selalu dijajah dan dibuang. Sejak zaman perjanjian lama- Yesus datang, tidak ada lagi nabi yang berbicara dan bernubuat. Makanya mereka merasa tidak ada harapan. Tapi, kalo dipikir secara logika, kita jadi Simeon, mau gak kita lihat Yesus? Orang lebih baik ga lihat Yesus, karena begitu lihat berarti waktunya gak akan lama lagi. Tapi coba kita lihat respon Simeon.

(27) Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
(28) ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
(29) Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
(30) sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
(31) yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
(32) yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."

Simeon semangat banget buat lihat Yesus, dia orang yg luar biasa. Siapa yg mau datang menemui Yesus, kalau sudah dinubuatkan sebelumnya, bahwa ia tidak akan mati sebelum lihat Yesus? Mungkin kita akan menghindar kalau perlu ga usah lihat supaya kita gak mati-mati. Ini adalah sikap yang luar biasa. 

Masih mau gak kita 'bertemu' Yesus saat nyawa jadi taruhannya? Kita excited atau malah berpikir lebih baik kabur aja?

2. Maria, Yusuf, & Yesus

Maria sebenernya gak ngerti tentang apa rencana Allah lewat dirinya. Dia gak ngerti tiba-tiba saja dia harus mengandung sebelum menikah. Keluarganya dan Yusuf bisa aja tidak mau terima dia lagi. Menikah belum tetapi sudah hamil. Tapi Maria patuh akan segala hal yang harus terjadi. 

(38) Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Saat bayi Yesus lahir, dia juga gak ngerti kenapa gembala-gembala dan orang Majus datang. Gembala, orang yang tidak berpengetahuan itu memuji dan memuliakan Allah tentang bayi itu. Bahkan dia juga bersaksi bagaiman apa yang ia lihat dan dengar dari malaikat itu semuanya nyata. Bahkan orang Majus pun jauh-jauh datang memberikan begitu banyak persemabahan yang berharga. Maria tidak ngerti tentang hal ini. Tidak ngerti sebenarnya siapa bayi yang dikandung-Nya ini dan apa yg akan Dia lakukan di masa depan. 

(18) Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
(19) Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Kemudian, Simeon juga bernubuat tentang Yesus ini. Maria makin bingung lagi dengernya. 

(33) Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
(34) Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
(35) --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Dikatakan Yesus akan menjatuhkan dan membangkitkan orang. Dan memang betul, Tuhan menjatuhkan ahli2 Taurat yang sombong, tetapi membangkitkan orang berdosa, mengampuni orang yg berzinah dan memandang pada orang-orang biasa. Suatu pedang akan menembus jiwanya sendiri menunjukkan bahwa suatu hari Yesus akan mati mengenaskan, Ia disalib untuk menebus dosa manusia. Sekali lagi Maria gak ngerti. Tapi ia menyimpan dan merenungkan semua perkara itu sampai akhirnya dia pun mengerti. Ketika Yesus disalib, dia mengerti karena ia merenungkan dan menyimpan apa mereka katakan tentang Yesus ini. 

Menurut tradisi orang Yahudi, seorang anak yang telah berumur 12 tahun sudah disebut dewasa. Bukan lagi kemana-mana jalan sama mamanya, tapi sudah ikut papanya. Sejak umur 0-12, anak tersebut dibawah asuhan mamnya, setelah itu menjadi tanggung jawab papanya. Saat itu mereka sekeluarga pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Tradisi orang Yahudi, wanita akan jalan duluan baru nanti laki-laki belakangan. Karena sudah gak dlm tanggung jawab Maria, Maria kira Yesus bareng sama Yusuf. Ternyata setelah sampai di rumah mereka baru sadar telah kehilangan Yesus. Mereka cari-cari diantara sanak saudara tapi ga ketemu. Akhirnya mereka balik lagi ke Yerusalem dan menemukan Yesus. Yesus bilang, Ia sudah seharusnya berada di rumah Bapa-Nya. Tapi meskipun demikian, Yesus patuh. Yesus tetap ikut pulang ke rumahnya. 

(47) Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
(48) Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
(49) Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
(50) Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
(51) Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Dikatakan lagi bahwa Maria menyimpan semua perkara ini di dalam hatinya. Maria pun tidak ngerti, padahal anaknya itu Tuhan, tetapi Dia mau patuh kepadanya (ibunya). Dia simpan semua hal itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 

Maria merenungkan setiap hal yang hal yang datang di hidupnya. Dia gak ngerti Yesus itu sebenarnya siapa dan akan lakukan apa. Meskipun dia gak sepenuhnya ngerti apa yang akan terjadi di depan tapi dia belajar buat memahaminya.

Dalam hidup kita pun, kita gak tahu pasti masa depan kita. Kita mungkin sekarang juga gak ngerti-ngerti amat tentang Yesus, apa yang Tuhan akan kerjakan dlm hidup kita. Apakah kita merenungkannya? Apakah kita belajar untuke mencoba mengerti apa yang terjadi di hidup kita? Apakah kita mikir, Tuhan mau kasih rencana apa buat saya? Kenapa ini bisa terjadi? Tuhan mau bilang apa lewat kejadian ini? 

Dalam hal ini, bukan hanya Maria yang hebat. Yusuf pun punya iman. Ia mau menikahi dan percaya pada Maria. Meskipun pasti jadi aib menikahi seorang wanita yang sudah hamil duluan sebelum menikah. Tapi ia lakukan apa yang Allah perintahkan. 

Yesus. Dia patuh. Dia tahu posisi dia sebagai Anak Allah, tapi dia juga tahu posisinya sebagai anak Yusuf dan Maria. Dia menghormati dan patuh kepada orang tua dunia nya. Ketika ayah dan ibunya suruh Yesus pulang dari Yerusalem, Dia pun tidak membantah dan patuh. Ia menghormati mereka.

Adakah kita juga hormat pada orang tua dan patuh pada perintah Allah? 

Itulah renungan Natal yang super panjang. Semoga bisa jadi bahan renungan buat diri kita sendiri. Seperti apa kita dan sudah sampai mana level ketaatan kita pada Tuhan. GBU =)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here