Sunday, December 22, 2013

Things that you might don't know

Suasana Natal sangat kental banget akhir-akhir ini. Ke mall manapun atau ke sebagaian besar restoran, hiasan Natal yang berkerlap-kerlip udah dipasang dimana-mana. Di gereja? Enggak usah ditanya lagi. Pastinya pohon Natal besar udah nangkring di sana dengan cantiknya.

Tapi, di penghujung tahun ini, tepatnya sekitar 1 minggu sebelum tahun 2013 ini berakhir, aku sangat senang karena mendapatkan satu pelajaran sangat berharga dan sangaaaat bagus hari ini. Menusuk memang. Makanya aku bilang bagus. Very inspirational. Something yang kita terkadang tidak sadari… Sebuah renungan bagus di akhir tahun.

Kotbah ini dibawakan oleh Pak Franky, diringkas, dibahas, dan ditulis ulang, dan sebagian juga ditambahkan juga by Helen. Sebelom dibilang plagiarism, lebih baik tulis dulu sumbernya, hahaha..

Kotbah dimulai dari 2 Petrus 3: 1-7, yang berjudul “Hari Tuhan.”

(1) Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan,

(2) supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.

(3) Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya

(4) Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."

(5) Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,

(6) dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.

(7) Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

Disini ada beberapa hal yang dibahas. Start dari ayat 3. Bahwa pada hari-hari terakhir kita akan diejek oleh orang-orang yang hidup tidak sesuai dengan firman Tuhan. Ini kita bisa lihat dengan jelas sekarang-sekarang ini. 

Orang-orang juga juga merasa hari Tuhan (kiamat) itu tidak akan datang (ayat 4). Mereka melihat segala sesuatu berjalan normal. Mereka melihat dari zaman nenek moyang mererka meninggal, segala sesuatu berjalan begitu-begitu saja. Semua berjalan normal. Tidak ada tanda-tanda akan ada hari Tuhan itu, makanya mereka berpikir hari Tuhan itu tidak ada. Mereka meragukan hal itu.


Next, lihat ayat 7. Tetapi langit dan bumi ini dipelihara oleh firman Tuhan untuk suatu hari. Hari penghakiman orang fasik. Tadi juga dibilang bahwa inti bumi kita itu terdiri dari api yang sangat panas. Cuma atasnya (permukaannya aja) yang normal suhunya. Kalo penasaran sm panasnya inti bumi, coba deket-deket 1m sama gunung berapi yang lagi meletus. Pasti kecipratan panasnya, hehehe. Dan pada hari tersebut, inti bumi itu akan meledak dan pada saat hari itu datang, bersiaplah untuk sebuah penghakiman.


(8) Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 

(9) Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

(10) Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Tapi, meskipun seakan-akan hari Tuhan itu tidak akan, datang, Tuhan itu enggak pernah lupa sama janji-Nya. Dia bilang Dia akan datang kembali dan pasti dia akan datang kembali. Kenapa sih Tuhan enggak cepet-cepet aja kiamat? Kenapa kiamat harus lama sekali? Buat apa? Apa supaya terkesan dramatis biar kayak di film-film? Bukan! Jawabanya ada di ayat 10. Tuhan menghendaki kita supaya bertobat. Supaya manusia tidak binasa. Ia menunggu orang-orang bertobat, sehingga makin banyak yang bisa selamat. *Tuhan super baik* Terus aku pikir-pikir bener juga ya. Coba kalo kiamatnya pas aku masih SMA, belom kenal Tuhan dengan baik. Pastinya enggak bakal selamat. 

Dan 1 hal lagi (ayat 10), hari Tuhan itu akan datang seperti pencuri. Di waktu yang tidak terduga. Selanjutnya, ayat 10 ini melengkapi ayat 7. Dengan lebih jelas, ia menjelaskan apa yang terjadi pada hari Tuhan itu. Dunia akan hangus dalam api dan segala yang ada di atas bumi akan lenyap.

Di ayat selanjutkan akan dijelaskan apa yang harus kita lakukan.

(11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

(12) yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

(13) Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

(14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

(15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Di ayat 11 ini dikatakan, jika segala sesuatu ini akan hancur, jadi BETAPA SUCI DAN SALEHNYA KAMU HARUS HIDUP. Ini adalah salah satu kalimat yang menusuk aku. Jika kita ingin selamat, kita harus hidup benar-benar suci dan saleh. Kalimat ini menusuk aku karena betapa seringnya aku memberi excuse untuk dosa bisa berkembang biak dalam hidup aku. Terkadang berpikir, ya sekali-kali enggak apalah jatuh dalam dosa. Namanya juga manusia. Wajarlah… Kadang ada pikiran seperti itu. Tapi, Tuhan bilang. Kamu harus hidup luar biasa suci dan saleh.

Malah dibilang, orang-orang yang hidup saleh inilah yang akan mempercepat datangnya hari Tuhan. Karena Tuhan mau banyak orang selamat. Ia akan datang jika orang-orang banyak yang bisa selamat. Why? Kenapa Tuhan malah nungguin manusia? Padahal Dia punya hak n otoritas penuh lho. The answer is simple. He loves you so much. Dia mau manusia diselamatkan. 

Di ayat 13 dikatakan, one day akan ada langit dan bumi yang baru, dimana ada kebenaran. 

Ayat 14-nya adalah pointnya. Sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya.

Kita harus berusaha. Make every effort supaya pada akhirnya kita kedapatan tidak bercacat dan bercela di hadapan Tuhan. Berusaha, bukan mencoba

Ayat 15 sebenarnya tidak dibaca di gereja. Tapi aku baca sendiri dirumah sebelum tulis ini. Dan when I read it, I say to myself, “WOW.” Anggaplah kesabaran Tuhan ini yang masih belum kiamat-kiamat, yang masih belum menyatakan diri-Nya sebagai kesempatan untuk beroleh selamat. It means sebenernya Tuhan kasih waktu dan kesempatan buat kita supaya setiap orang punya waktu untuk berusaha dan selamat.

Next, pindah ke kitab yang lain. Jangan bosen dulu yah. Dijamin enggak kalah menariknya =)

Lukas 13: 23-25

(23) Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"

(24) Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

(25) Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.

Disini kita bisa melihat sebuah pertanyaan yang cukup ironis, “Tuhan, memangnya cuma sedikit ya yang selamat?” Dan yang menarik, Tuhan tidak jawab sedikit atau banyak, tapi Tuhan menjawab, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.”

Tuhan suruh kita berjuang melalui pintu yang sesak itu. Apa sih maksudnya pintu yang sesak itu. Di rumah-rumah orang zaman Yesus itu, ada 2 pintu di dalam rumah. Satu adalah pintu depan yang besar yang orang bisa dengan mudah masuk ke sana. Dan satu laggi pintu yang sempit, khusus untuk pihak keluarga biasanya. Nah, nyatanya orang zaman sekarang banyak yang masuk melalui pintu yang lebar itu. Karena buat mereka nyaman bangeett, gak usah susah-susah. Enggak usah desek-desekan… Tapi, tidak banyak yang mau susah-susah lewat pintu masuk yang sempit itu. Karena jalannya tidak mudah. Ngapain susah-susah kalo ada yang nyaman. Dan pintu yang sempit ini pun banyak orang yang berusaha masuk. Tapi mereka tidak akan dapat. WHY?

Karena yang bisa masuk adalah orang yang berjuang. Orang yang make every effort untuk hidup di dalam kekudusan. Kebanyakan orang hanya mencoba, tapi tidak benar-benar berusaha. Coba deh datang ke gereja setiap minggu, kalo gak bisa ya udah. Yah karena mencoba, hasilnya? Kadang dateng kadang enggak. Coba deh hargai kebaktian. Dateng pagian ke gereja. Kalo bisa yang ok, klo enggak ya udah. Coba baca Alkitab dan doa tiap hari. Kalo berhasil ya bagus, kalo besok-besok males, kecapean, ya udahlah besoknya lagi. Coba ah buat menginjil. 1 kali 2 kali ajak. Kalo ditolak yah udah. Enggak nginjil lagi. Ini namanya mencoba. BUKAN BERUSAHA. Kalo berusaha, kita akan benar-benar mencari beribu-ribu cara to make it happen

Terus, Pak Franky bilang lagi, orang yang tidak benar-benar berusaha seperti ini. Orang ini mau masuk ke pekan raya (atau apapun itu), pokoknya tempat yang rame lah, yang sempit banyak orang. Tapi dia tidak mau ngantri. cuma ngintip bentar. Wah masih banyak yang ngantri yaa. Terus dia mundur. Terus ngintip lagi masih rame ato enggak. Ternyata masih penuh, dia gak berusaha lebih terus mundur lagi. Sampai akhirnya dia mau masuk dan pintu ditutup. Ini seperti pintu sorga yang tertutup buat kita karena kita cuma mencoba… Tidak berusaha… Dan pada saat pintu itu tertutup dan kamu mengetuknya. Tuhan akan bilang Dia tidak kenal kamu. 

Ibrani 4: 8-11

(8) Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain.

(9) Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

(10) Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

(11) Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Jadi, di Ibrani ini Paulus menjelaskan masih ada suatu hari lain lagi, yaitu hari ke-7, yaitu hari perhentian bagi umat Allah. Di hari itu kita akan berhenti bekerja. Tidak seperti sekarang dimana kita masih harus bekerja dan berjuang. Dan sekali lagi Tuhan juga bilang supaya kita berusaha masuk ke hari perhentian itu dan jangan sampai kita jatuh karena kita tidak taat.

Ibrani 12:14

(14) Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.


Kejarlah kekudusan! Tanpa kekudusan tidak ada seorang pun yang dapat melihat Tuhan. Tanpa kekudusan, manusia tidak akan selamat.


2 Petrus 1: 3

(3) Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

(4) Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Tuhan memanggil kita dengan begitu mulia dan ajaib. Dengan glory and goodness. Disini Pak Franky menjelaskan seorang raja yang memanggil kita, orang biasa, dengan caranya yang begitu mulia dan ajaib. Dan aku sangat setuju. Tuhan itu bisa pakai cara apapun. Dan bahkan sampai hari ini aku bisa mengenal Tuhan dan Alkitab dengan lebih baik, karena cara Tuhan yang ajaib. Tidak pernah terpikirkan oleh seorang Helen untuk hidup mencari Tuhan. Hidup itu untuk mencari uang, mengejar kesuksesan, dikenal banyak orang, enjoy life, and do the great things. At least itulah yang sebelumnya tertanam di otakku. Karena itulah yang orang-orang dunia ini katakan. Bahkan itu juga yang orang tua saya ajarkan. Tapi, Tuhan sendiri yang buat rencana, malah cari-cari saya supaya simply saya bisa dapat keselamatan itu. Padahal, siapa itu Tuhan sampai butuh kita selamat? Dia tidak butuh, kita yang butuh, tapi Tuhan yang cari-cari kita, yang bahkan menunjukkan segala jalan-Nya. And I am so blessed that I am here right now. Dan Tuhan tuh manggil kita pun enggak yang, “Woi woi…” Terus kalo kita engga mau ya udah… Tuhan berusaha, tidak sekedar mencoba. Tapi kalo kita tetep enggak mau, bukan berarti Tuhan tidak berusaha, tetapi karena kita memutuskan untuk menolak dan tidak mau.

Karena itu, kita seharusnya bangga menjadi murid Yesus. Enggak malu untuk menunjukkan identitas kita yang sebenarnya. Hargai keselamatan yang kita punya dengan sungguh-sungguh hidup di dalam kekudusan.

Ayat 4. Bukan cuma memanggil dengan luar biasa. Tuhan menganugerahkan kepada kita janji-janji yang besar dan berharga. Apa janjinya? Kita bisa menjadi bagian dalam Kerajaan Allah. Kita luput dari hukuman kekal. Kita diselamatkan dari kebinasaan dunia itu. Bukankah itu adalah sebuah janji yang besar? Yes. It’s a great promise.

Penutup. 2 Petrus 1: 10-11. It’s really a great ending. Trust me =)

(10) Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

(11) Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Disini dikatakan, (sekali lagi), kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh. Dengan sungguh-sungguh ini, kita tidak akan tersandung. Dan Tuhan sudah siapkan hadiah yang begitu istimewa untuk kita yang sudah berjuang keras. Kita akan memasuki kerajaan yang kekal. Kita tidak akan binasa. Kita akan bersama-sama di dalam Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Amin.

Nah, itulah kotbah hari ini. I think it’s a good reflection di akhir tahun ini. And also a new knowledge for me. Itulah sebabnya aku memberi judul, “Things that you might don’t know.” Ya, karena aku pun juga baru tahu. Tepatnya baru ‘ngeh’ kalo Tuhan mau kita benar-benar serius mengerjakan keselamatan kita. Benar-benar serius dalam menjalani hidup kita. Benar-benar serius untuk hidup kudus yang jauh dari dosa. 

Dan aku sebelumnya merasa aku udah selamat. AMAN. Pokoknya judulnya Kristen tuh pasti udah selamat. Tapi Tuhan bilang lagi, banyak orang yang berusaha untuk masuk, tapi mereka tidak bisa masuk. Why? Karena mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka cuma mengaku Kristen, tapi mereka tidak mau taat. Mereka sebut dirinya Kristen, tetapi hatinya tidak sungguh-sungguh untuk Tuhan. Banyak alasan tersembunyi yang cuma kita sendirilah yang tahu. Mungkin karena ikut-ikutan. Mungkin karena pengen terkenal bisa pelayanan di gereja, ikut sana sini. Mungkin karena mau married biar direstuin. Mungkin supaya bisa kenal banyak teman atau rekan bisnis di gereja. Dan masih banyak alasan lainnya. 

Sebagai refleksi untuk akhir tahun (and a little bit jokes), si pak pendeta tadi bilang gini, "Tuhan itu memang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang. Tapi, bukan berarti kita juga enggak usah berubah-berubah ya dari dulu sampai sekarang. Dari dulu pergumulannya enggak berubah. Dari dulu pergumulannya cuma soal baca Alkitab yang bolong-bolong dan sampai hari ini pun masih itu pergumulannya. Jangan begitu yaaa..."

Tuhan ingin kita berusaha sungguh-sungguh. Bukan hanya mencoba. 

Selamat berusaha dengan sungguh-sungguh. Have a nice day! =)


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here