Friday, November 29, 2013

Ngeluh dan Ngeluh... -.-

Pernahkah kalian merasa mengeluh dan tidak berguna?

Kalo saya, bukannya pernah lagi… Sering malah. Meskipun bukan hobby dan bukan bermaksud seperti itu.

Kemarin mama saya ketemu dengan seorang mama-mama juga di pasar baru, yang setelah ngobrol-ngobrol, ternyata anaknya si tante itu adalah temen SMP saya.

Terus si mami cerita begini. Sebutlah anaknya (temen saya itu) namanya S. Si S itu lulus SMA ke Australia, kuliah accounting di sana. Terus, habis itu entah gimana, dia belajar lagi, jurusan kecantikan dan sekarang dia kerja di Australia sebagai beauty manager. Terus katanya gajinya 100 juta per bulan (antara percaya gak percaya sih, tapi akhirnya memilih untuk percaya ajaa). Sekarang, dia lagi nyicil (kredit) mobil dan rumah di usianya yang baru 23 tahun. 

Terus, apa komen pertama aku dalam hati? WOOOOOOOOOOOWWWWWW… Gw aja belom bisa menghasilkan 1/10-nya sebulan. Hix hix… Dan saat itu aku merasa tidak berguna. Gileeee, dengan umur yang sama, gw belom bisa menghasilkan apa-apa. Kadang sedih. Iri. Terus ujung-ujungnya jadi merasa useless dimana orang lain kayaknya uda bisa sampe kemana-mana, terus gw masih jalan di tempat gini.

Tapi di lain sisi, saat gw mau jerit-jerit teriak sama Tuhan kalo “IT’S NOT FAIR GOD! WHY OH WHY GOD?” Tapi akhirnya gw pun mengurungkan niat gw. Karena kalo gw jerit-jerit kayak gitu, sebenernya harusnya Tuhan yang teriak, “IT’S NOT FAIR HELEN! Gw udah kasih lu banyak banget. Tapi kenapa lu masih ngiri-ngiri sama orang lain. WHY OH WHY?” Maybe Tuhan yang bakal nyautin gw begitu...

Gw terus berpkir bahwa banyak orang yang tubuhnya tidak sempurna (tidak lengkap) aja bisa sukses, bisa tetap melakukan banyak hal, kayak siapa tuh pianis Korea yang jarinya totalnya cuma 4 tapi bisa jadi pemain piano terkenal? Ya, pokoknya itulah dia, gak tau namanya siapa. Sama satu lagi yang terkenal banget (tapi tetep gw kagak inget namanya) si Nick Nick siapa gitu, yang tidak punya 2 tangan dan 2 kaki, and still he’s alive and could do so many things like us. And more than that, he could inspire us.

Jadi, then I look myself. I am so perfect physically and bisa melakukan banyak hal tanpa perlu bersusah-susah dulu karena tubuh yang kurang lengkap. And logically, we can do more things than them. We already have the potential. Belom lagi Tuhan kasi kita pendidikan yang bagus, bakat yang luar biasa, otak yang cerdas, dan creativity yang gak ada matinya… Apa lagi yang kurang? Dan masih pantaskah kita mengeluh dan merasa tidak berguna?

Tulisan ini pertama-tama saya tujukan untuk diri saya sendiri yang suka down gak jelas. Ada hal sedikit aja langsung down dan merasa tidak berguna. 

Saya pernah baca cerita tentang orang yang kakinya patah (karena kecelakaan, bukan dari lahir) dan dia bilang begini, “Kalau dulu saya bisa melakukan 600.000 hal dan sekarang saya cuma bisa melakukan 6000 hal. Saya akan fokuskan hidup saya untuk memikirkan 6000 hal yang bisa saya lakukan daripada memfokuskan diri pada hal-hal yang tidak bisa saya lakukan lagi.”

I thought some great people yang punya kekurangan dalam segi fisik pun berpikir seperti ini. Mereka tidak focus pada apa yang mereka tidak bisa (karena kalo mereka fokus sama kelemahan mereka, paling saat ini mereka lagi mengasihani diri dan ngemis dijalan minta belas kasihan orang). Tapi mereka focus pada apa yang MASIH bisa mereka kerjakan.

So, let us not ngeluh-ngeluh anymore. Thank God. Feel that you are worthy. Feel that you have already blessed a lot. And do what you can do!

'Cause, baby, you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colours burst
Make 'em go "Oh, oh, oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe



Have a nice weekend everyone =)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here