Thursday, November 7, 2013

Being Smart is a Choice

Hari ini saya saat teduh dari Amsal. Dan thx God banget dengan pelajaran hari ini saya bisa melihat bahwa setiap orang bisa menjadi pandai. Everyone can be smart because.... Being smart is a choice. Jadi terkadang merasa diri sangat bodoh (termasuk saya), saya cukup termotivasi bahwa saya bisa jadi orang pandai asal saya mau.

Sekarang-sekarang ini saya sate (saat teduh dari Amsal) dan 1 hari cuma 1 ayat. Why? Karena 1 ayat di Amsal aja makna-nya udah dalem banget. Dan kalo emang benar-benar mau digali. 1 ayat itu pun maknanya dalam dan banyak sekali. Post saya yang ini adalah buktinyaa. Hehehehe...

Kayaknya ini adalah pertama kalinya saya menulis tentang sate saya yang dimana hari ini pun saya ingin untuk menggali lebih banyak. Jadi dimaafkan ya jika ada berbagai kekurangan dan ketidaksempurnaan (bukan pendeta soalnya), hehehe…

Hari ini saya baca dari Amsal 10:23. Dan itu sangat menusuk saya sekali.

Begini bunyinya: “Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.”

Atau dalam bahasa inggrisnya: "A fool finds pleasure in wicked schemes, but a person of understanding delights in wisdom.” -NIV-

Disitu dikatakan orang yang bebal itu suka (bahkan menemukan pleasure) dengan segala hal yang berbau cemar. Dan orang yang terus melakukan kecemaran disebut bebal. Kalo menurut saya, bebal itu orang bodoh yang udah tau dan udah dikasi tahu, tapi tetap aja memilih untuk bodoh. Tetap tidak mau berubah.

Apa sih yang sebenarnya Tuhan maksud dengan cemar dan apa sih yang Tuhan bilang soal kecemaran itu?

Efesus 5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

Efesus 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Ibrani 13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Disini kalo mau disimpulkan, yang dimaksud dengan cemar adalah percabulan, keserakahan, penyembahan berhala, akar pahit (kebencian, dendam), perbuatan sundah, dan zinah. Orang-orang yang seperti ini juga dikatakan tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Terus, Tuhan maunya kita gimana?

1 Tesalonika 4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

Oke, cukup dulu dengan kecemaran. Intinya, hanya orang-orang bebal-lah yang suka melakukan kecemaran. Mereka bukan bodoh (karena tidak tahu), mereka tahu hanya saja tidak mau berubah.

Disisi lainnya, (balik lagi ke Amsal 10:23)
“Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.”

Orang yang pandai suka melakukan hikmat. Hobby malah.

Dan disini lah saya merasa bahwa setiap orang bisa kok untuk jadi pandai. Asal dia mau melakukan hikmat. Apa sih yang disebut pandai? Menurut saya, pandai itu bukan sekedar pintar dalam pekerjaan atau dalam pelajaran sekolah. Tapi, orang yang tahu apa yang harus dia lakukan dan melakukannya. Orang yang mau taat pada hal-hal yang benar dan punya prioritas yang benar juga. Dia tahu persis apa yang dia kerjakan, punya tujuan, dan bahkan mau bekerja keras untuk itu.

Dan disini dikatakan orang yang pandai hobi melakukan hikmat. Dan saya yakin orang yang punya hikmat otomatis adalah orang pandai. Dari bodoh langsung bisa pintar. Kenapa saya begitu yakin? Karena ada ayatnya di Alkitab, hehehe..

Amsal 8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

Jadi, orang yang memiliki hikmat, pasti memiliki kecerdasan. Udah gitu bonus pengetahuan dan kebijaksanaan pula.

Masih ada bonus-bonus lainnya. Keuntungannya banyak sekali. Orang yang memiliki hikmat pasti akan memiliki ini juga:

Amsal 8:14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.

Amsal 8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.

Amsal 3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Amsal 3: 13-18

(13) Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,

(14) karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.

(15) Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.

(16) Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

(17) Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.

(18) Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.

Kalau kita punya hikmat, maka aka nada banyak hal-hal baik lainnya yang akan “ikut” menghiasi hidup kita.

Bahkan di Amsal 8:11 dituliskan:

(11) Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.

Then, how to get the wisdom (hikmat)?

Amsal 4:7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.

Gimana caranya? Gimana cara mendapat hikmat?

Amsal 2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Tuhan adalah sumber hikmat, sumber pengetahuan dan kepandaian.

Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Di ayat ini jelas-jelas dikatakan bahwa orang takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan (permulaan hikmat jg, karena di atas –Amsal 8:12- disebut hikmat tinggal bersama dengan kecerdasan dan pengetahuan). Hanya orang bodohlah yang menghina hikmat.

Terus, apa yang dimaksud dengan kata “Takut akan Tuhan.”?

Amsal 8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Amsal 6:16-19

(16) Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:

(17) mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,

(18) hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,

(19) seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Nah, jadi itulah yang dimaksudkan dengan takut akan Tuhan, yaitu membenci kejahatan. Membenci udah pasti kita tidak melakukan hal-hal jahat di atas.

Dan apa akibatnya jika kita tidak punya hikmat?

Amsal 1: 31-33

(31) maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.

(32) Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.

(33) Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."

Kembali pada pembahasan di atas, orang yang melakukan hikmat adalah orang yang pandai sama artinya orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang pandai.

Kenapa sih orang yang takut akan Tuhan disebut pandai?

Beberapa sudah disebutkan di atas, ketika kita Takut akan Tuhan, otomatis kita juga akan memperoleh hikmat, dan hikmat itu yang akan membawa kita untuk lebih bijaksana. Bisa tahu mana yang baik dan benar dan tetap melakukan apa yang benar. Doesn't it smart? Dan biasanya orang-orang yang punya hikmat inilah yang berhasil dalam pekerjaannya. Butuh bukti? Yusuf, Salomo, dan Daniel. Mereka adalah bukti orang yang sangat berhasil dalam pekerjaannya. Mereka bahkan terkenal dan sangat dihormati.

Kalo menurut saya, orang pandai juga tahu mana yang harus diprioritaskan. Orang yang takut akan Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan-Nya. Orang pandai tahu apa yang paling penting. Bukan cuma kesejahteraan di dunia, karena setiap orang (cepat atau lambat) pasti akan mati. Kematian itu tidak bisa kita hindari. Tapi apakah jiwa kita akan mati pula ataukah selamat? Mana yang mau dipilih, jiwa kita kekal selamanya atau disiksa selamanya dalam api? Dan hanya orang pandai lah yang bisa memilih dengan tepat. Dia tahu pasti apa yang ingin dia capai untuk kehidupan selanjutnya. Kebahagiaan kekal atau penderitaan kekal.

We still have a choice! Mau jadi orang pandai atau mau jadi orang bebal?

Fiuh.. Panjang sekaleee yaa pembahasannya... Semoga tidak bosan dan bisa mengerti dan bisa berguna juga. Kalau tidak ngerti, maafkan saya, doa, dan baca lagi, wkwk...

Have a nice day =)

Ayat of the day: Amsal 10:23,
“Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.”






*Semua ayat dlm bahasa Indonesia diambil dari :http://www.jesoes.com/. Thx to this web. It helps me a lot =)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here